MRT Siapkan 24 Area Komersial di Jalur Bawah Tanah Bundaran HI

Jakarta, apk-mostbet-az Indonesia

PT

MRT

Jakarta (Perseroda) menyiapkan 24 area multifungsi di jalur

pejalan kaki

bawah tanah atau

extended concourse

Stasiun Bundaran HI.

Ruang seluas sekitar 4.439 meter persegi itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk ritel, makanan dan minuman (F&B), gaya hidup, layanan, hingga kerja sama dengan sejumlah mitra.

Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Ferdiansyah Roestam mengatakan penyediaan ruang komersial tersebut merupakan bagian dari perubahan fungsi

extended concourse

, yang tidak hanya menjadi jalur perpindahan penumpang, tetapi juga ruang multifungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada di kawasan transit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Total area yang perlu kami sampaikan adalah 4.439 semi-gross area. Jadi ini akan memuat 24 area multifungsi yang bisa dimanfaatkan, dikembangkan seperti fungsi komersial, F&B,

lifestyle

, layanan dan tenant-tenant

partnership

,” kata Ferdi dalam

workshop

MRT Jakarta Fellowship Program 2026 di Kantor MRT, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).

Ferdi mengatakan ruang bawah tanah dirancang untuk mendukung peningkatan jumlah pengguna MRT seiring berlanjutnya pengembangan jaringan MRT Jakarta. Saat ini, satu stasiun disebut melayani sekitar 11 ribu penumpang dalam perhitungan yang digunakan untuk kebutuhan proyek tersebut, sementara jumlah itu diproyeksikan bertambah lebih dari 6.000 orang.

Dengan demikian, area baru tersebut disiapkan untuk menangani sirkulasi hingga sekitar 17 ribu orang sekaligus mengantisipasi kondisi darurat dan mencegah penumpukan penumpang.

Extended concourse

memang didesain supaya dia yang pertama bisa memenuhi safety factor, jika terjadi something, emergency. Yang kedua, meningkatkan layanan publik supaya tidak terjadi

bottlenecking

. Dan yang ketiga, area itu bisa menjadi

multifunction

untuk mendukung mobilitas orang,” ujarnya.

[Gambas:Youtube]

Bukan Sekadar Tempat Lewat

Ferdi menjelaskan konsep

extended concourse

tak berhenti pada penyediaan ruang untuk berjalan kaki. Area tersebut diarahkan menjadi ruang transit yang juga dapat menunjang kebutuhan pengguna, seperti makan, minum hingga mengisi daya perangkat elektronik.

“Di mana kata kunci lainnya adalah mobilitas harus didukung, aktivitas ekonomi dibangun, dan ruang publik harus bisa dimultifungsikan, tidak hanya sebagai ruang transit atau perlewatan,” katanya.

Departement Head Commercial PT MRT Jakarta (Perseroda) Ricky Agung Kresna Putra mengatakan sisi komersial nantinya akan lebih dahulu diarahkan pada sektor ritel. Selain itu, terdapat peluang untuk

co-branding

, iklan, hingga kegiatan aktivasi.

“Di kami tentu saja berfokus pada ritel dulu, sebenarnya di ritel gitu. Karena mungkin tadi kayak ada

co-branding

, ada

activation

gitu ya karena memang kan main utamanya adalah memberikan tadi

destination oriented

,” ujar Ricky dalam kesempatan yang sama.

Ia mengatakan konsep tersebut tidak hanya diarahkan pada F&B, tetapi juga

lifestyle

dan jenis usaha lain yang dapat menjadi tujuan bagi pengguna.

“Tapi untuk didukung selain ritel, kami punya tadi

co-branding

, ada

advertising

, tentunya gitu. Tapi yang paling utama adalah ritelnya dulu,” katanya.

MRT juga membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke kawasan tersebut. Ricky mengatakan pencarian tenant akan diumumkan melalui kanal resmi MRT Jakarta, sementara pengelolaannya akan berada di bawah tim ritel.

Di balik rencana komersialisasi tersebut, desain

extended concourse

tetap disiapkan untuk terhubung dengan sejumlah bangunan di sekitarnya.

Area ini nantinya memiliki dua akses baru atau muara, yakni muara 1 di sisi barat dan muara 2 di sisi timur. Keduanya dilengkapi akses tangga dan eskalator, sementara sejumlah lift juga disiapkan untuk mendukung konektivitas.

Jalur tersebut berada tepat di bawah anjungan Halte TransJakarta Bundaran HI. Selain terhubung dengan stasiun dan halte,

extended concourse

disiapkan untuk tersambung dengan Plaza Indonesia dan Wisma Nusantara melalui panel yang dapat dibuka pada tahap pengembangan berikutnya.

Ferdi mengatakan konektivitas dengan bangunan sekitar juga mulai mengubah cara pengembang melihat hubungan antara properti dan transportasi publik.

Ia mencontohkan salah satu pengembang di sekitar

extended concourse

yang bersedia memundurkan setback bangunannya hingga 80 sentimeter agar ruang pedestrian menjadi lebih lebar.

“Salah satu mal di sisi extended concourse bahkan bersedia memundurkan sampai 80 sentimeter setback area-nya supaya orang-orang di pedestriannya itu begitu

extended concourse

selesai lebih nyaman,” ujarnya.

Menurut Ferdi, langkah tersebut dilakukan karena area masuk menuju

extended concourse

mengambil sebagian ruang pedestrian. Di sisi lain, akses menuju area bawah tanah harus tetap memenuhi kebutuhan layanan, termasuk tangga dan eskalator serta standar ruang yang dapat digunakan pejalan kaki, termasuk pengguna kursi roda.

[Gambas:Photo apk-mostbet-az]

“Kita minta izin, ‘boleh enggak dimundurkan

setback

area malnya?’ Dimundurkan! ‘saya mau orang-orang yang lewat situ, depan etalase rumah saya lebih nyaman.’ Dia mundurin 80 sentimeter untuk

contribute

lebih besar pada para pengguna jalan pedestrian,” kata Ferdi.

Ia menilai perubahan tersebut menunjukkan adanya kepentingan yang mulai bertemu antara kebutuhan ruang publik dan kepentingan properti.

“Karena

at the end

manfaatnya bukan ke MRT bukan ke malnya, manfaatnya ke publik kok. Siapa yang nggak mau pedestrian lebih lebar,” ujarnya.

Tantangan Kepadatan dan Konstruksi

Di sisi lain, bertambahnya fungsi komersial juga membawa persoalan baru, terutama terkait potensi kerumunan. Ricky mengatakan MRT telah menyiapkan skema pengaturan arus apabila aktivitas di dalam

extended concourse

menimbulkan penumpukan.

Ia mencontohkan pola yang telah diterapkan di area stasiun saat ini, termasuk pengaturan antrean dan pembatasan akses sementara ketika kapasitas suatu titik sudah terlalu penuh.

“Kami berkoordinasi dengan tim stasiun terlebih dahulu di mana ruang-ruang yang memang boleh kami lakukan untuk tidak menghalangi

blok tactile

atau mungkin ada area berjalan dan lain-lain,” kata Ricky.

Menurutnya, setiap kegiatan nantinya akan memiliki penanggung jawab yang memetakan area aktivasi dan jalur pejalan kaki. Jika terjadi penumpukan, MRT menyiapkan alternatif lokasi antrean maupun titik tunggu.

“Dan apabila ada penumpukan, kami punya plan B dan plan C-nya gitu. Kami akan buatkan area-area khusus,” ujarnya.

Ia menambahkan pengaturan tersebut juga akan diterapkan ketika terjadi kepadatan akibat hujan. Tim operasional, keamanan, station master, maupun manajer stasiun dapat mengatur arus masuk apabila area tertentu sudah terlalu penuh.

“Kami pasti hanya bisa mungkin

operation

yang membantu jawab juga bahwa nanti akan ada area-area yang nanti biasanya kami akan meminta tim

security

atau tim-tim dari

station master

atau

manager

akan, ‘oh boleh berdiri di sini ya karena sudah ada penumpukan.’ Mereka akan stop dulu, jangan lagi masuk ke sana karena memang udah penumpukan di atas,” kata Ricky.

Sementara itu, pembangunan fisik

extended concourse

masih berlangsung. Per Juli 2026, progres konstruksi tercatat 21,46 persen, sedikit di atas target perencanaan sebesar 21,07 persen. Progres ditargetkan mencapai 24,8 persen pada Agustus dan 45 persen hingga akhir 2026.

Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Mei 2027 dan diresmikan pada Juni 2027. Kehadirannya diproyeksikan mendukung peningkatan kapasitas kawasan Bundaran HI seiring bertambahnya pengguna MRT sekaligus mengubah ruang perpindahan menjadi ruang yang menggabungkan fungsi transportasi, publik, dan komersial.

[Gambas:Video apk-mostbet-az]

Pedestrian dan Kepentingan Bisnis

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Review Drama: The Apartment Job

Baca lagi: Gibran Kenakan Ti’i Langga Saat HUT RI, Simbol Keperkasaan dari Rote

Baca lagi: INFOGRAFIS: Ini Makanan Paling Bau di Dunia, Bikin Ingin Tutup Hidung

2 Responses

  1. Tulisan yang sangat nyaman dibaca dan penuh informasi. Setiap pembahasan disampaikan secara jelas sehingga membuat saya lebih mudah memahami isinya. Terima kasih atas pengetahuan yang telah dibagikan. Jangan lupa mengunjungi nusantara88 link alternatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: