
Labuan Bajo, apk-mostbet-az Indonesia
—
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi
Amran Sulaiman
menyatakan telah menyalurkan 6.800 ton
beras
cadangan pangan pemerintah ke wilayah terdampak
gempa
di NTT. Penyaluran diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk bergerak cepat tanpa terhambat prosedur birokrasi.
“Kami turun ke lapangan sejak kejadian hari Sabtu (15/8). Kami diperintah oleh Bapak Presiden untuk langsung bergerak cepat. Kami sudah kirim beras reguler dan non-reguler sebanyak 6.800 ton,” ujar Amran di Labuan Bajo, Rabu (19/8) petang.
Amran menjelaskan penyaluran beras dipercepat dari permintaan awal hanya 20 ton menjadi 200 ton beras. Jumlah tersebut naik sepuluh kali lipat dari permintaan awal atas kesepakatan Wakil Bupati Manggarai Barat dan Kapolres, tanpa menunggu izin dari Jakarta untuk memangkas waktu birokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau diproses ke Jakarta bisa tiga hari hingga satu minggu. Bapak Presiden berpesan: selesaikan di lapangan, jangan bawa masalah ke Jakarta. Bisa ambil duluan berasnya, izin belakangan. Saya selaku Kepala Bapanas menyetujui pengeluaran beras untuk bencana di seluruh Indonesia saat itu juga,” tegasnya.
Ia menegaskan pejabat di lapangan Danrem, Kapolda, hingga Pangkogap diberi wewenang penuh untuk mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.
Selain itu, Amran juga memaparkan ketersediaan pangan masih aman hingga satu tahun untuk memenuhi kebutuhan sekitar 34 ribu jiwa pengungsi. Di mana, kebutuhan beras per bulannya berkisar 300 ton, sementara stok beras yang tersedia mencapai 39 ribu ton.
[Gambas:Youtube]
“Cukup untuk: lebih dari 12 bulan Stok kita di sini 39 ribu ton. Tidak ada masalah, cukup sampai satu tahun pun. Tanggap darurat biasanya 14 hari, bisa diperpanjang 1-2 bulan, bahkan sampai 6 bulan pun berasnya aman. Selain beras, minyak goreng, gula, dan mi instan juga sudah dikirim sebagian dari kementerian, sebagian lagi sumbangan pribadi pejabat,” jelasnya.
Terkait keluhan warga soal jumlah bantuan, Amran menjelaskan satu karung beras (50 kg) diberikan untuk kebutuhan jangka panjang, bukan harian.
“Ada yang teriak bilang 15 kg tidak cukup. Sudah saya kasih satu karung, biar puas. Itu untuk kebutuhan sampai enam bulan, bukan sekali makan. Jangan yang kecil dibesar-besarkan, kita sedang berjuang bersama,” pungkasnya.
(lou/ins)
Baca lagi: Sinopsis Criminal, Bioskop Trans TV 19 Agustus 2026
Baca lagi: Pengakuan Hayden Panettiere Jadi Korban Perdagangan Seks Remaja
Baca lagi: Viral Polisi Setop Mobil PM Thailand Anutin di Buriram, Ada Apa?




4 Responses
Saya sangat menikmati artikel ini karena pembahasannya jelas dan mudah dimengerti. Informasi yang diberikan juga cukup lengkap sehingga menambah pengetahuan saya. Terima kasih telah menghadirkan konten yang bermanfaat. Jangan lupa mengunjungi RAJAEROPA.
untung365 pusat main game online paling mantep
crazyrich88gokil situs slot gacor mantep ga pusat game tempat terbaik
Jembatan TNI
Jembatan Merah Putih
Korem 051
benrieyadin sjamsoeddin
Jembatan Gantung
Jembatan Bekasi